RSS

PEMIRA FIB UNDIP 2009/2010, ajang mencari pemimpin baru

Kamis siang  tanggal 17 Desember 2009, suasana  Joglo Fakultas Ilmu Budaya (FIB) terlihat hiruk-pikuk. Dua buah bilik suara dan dua buah kotak suara telah tertata rapi di sisi barat dan utara Joglo. Beberapa mahasiswa berjas almamater juga tampak sibuk menata kursi. Hari itu adalah hari pencontrengan dalam rangkaian kegiatan Pemira FIB Undip 2009. “Rangkaian kegiatan Pemira 2009 sendiri telah dimulai sejak tanggal 30 November 2009, mulai tanggal tersebut sosialisasi Pemira telah mulai dilakukan. Selanjutnya ada masa pendaftaran calon Presiden BEM dan Senat mahasiswa (SEMA), verifikasi, pengumuman calon, kampanye tertulis, juga kampanye dialogis di kampus pleburan dan kampus tembalang”, terang Aditya Indra, ketua Komite Pemilu Raya (KPR)  FIB 2009.

Pemira merupakan singkatan dari Pemilu Raya, kegiatan ini merupakan agenda tahunan dari FIB, adapun penyelenggaranya adalah KPR  yang dibentuk pada saat Kongres Mahasiswa II pada 20 – 22 November 2009. Anggota KPR FIB 2009/2010 kali ini berasal dari 19 UKM/HMJ/HMPS minus perwakilan dari BEM dan SEMA. KPR kali ini dikletuai oleh Aditya Inra A, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2008, perwakilan Dari keluarga Mahasiswa Muslim Sastra ( KMMS) yang merupakan salah satu UKM kerohanian di FIB Undip.

Pemira tahun 2009 ini diikuti oleh 2 orang calon presiden BEM dan 6 orang calon anggota SEMA. Kedua orang calon presiden BEM tersebut adalah Aan Setyawan dari S1 Sastra Inggris dan Asri Tri Undari yang berasal dari S1 Ilmu Perpustakaan. Sebelum dipilih secara langsung oleh mahasiswa FIB, Aan dan Asri harus mengikuti kampanye dialogis terlebih dahulu, hal itu dimaksudkan agar mahasiswa calon pemilih dapat melihat lebih dekat calon presiden BEM FIB Undip serta dapat mengerti dengan jelas visi misi dari calon Presiden BEM tersebut. Karena alasan itu pulalah, kampanye dialogis diadakan 2 kali, yakni di kampus Pleburan pada tanggal 14 September 2009, dan di kampus Tembalang pada tanggal 15 Desember 2009.”Tapi saying, antusiasme mahasiswa menyaksikan kampanye dialogis masih rendah” kata Aditya. “buktinya saat pelaksanaan kampanye dialogis, mahasiswa FIB hanya lalu lalang, tanpa ada niatan untuk berhenti sejenak menyaksikan kampanye dialogis”, imbuh Aditya. Setelah Kampanye dialogis usai, akhirnya hari pencontrengan tiba, dan . berdasarkan 449 suara (405 dari FIB Peleburan, 44 dari FIB Tembalang) mahasiswa FIB yang ikut dalam Pemira kali ini, Aan dinobatkan sebagai presiden BEM dengan mengantongi 326 suara. Sedangkan Asri hanya mendapatkan 89 suara. “Mungkin, kemenangan telak Aan ini karena pelaksanaan Pemilihan ketua HMJ Inggris bebarengan dengan pencontrengan Pemira. Jadi, kebanyakan yang mencontreng di Pleburan adalah mahasiswa Sastra Inggris yang notabenenya adalah teman – teman yang satu jurusan dengan Aan” kata Laras, salah seorang mahasiswa yang ikut mencontreng.

Yah, pada akhirnya, hasil Pemira telah resmi ditetapkan. Dan kita hanya bisa berharap semoga Aan dapat menjadi pemimpin baru FIB yang bijak dan membawa FIB kearah yang lebih baik.


Your Comment