RSS

June 30th, 2010 - 12:18 § in Uncategorized

Jangan Biarkan Penyesalan Merenggutmu

tak bisa kita pungkiri hidup di dunia ini akan memberi dampak dua hal, positif dan negatif. dua hal ini sebenarnya diciptakan, dibuat dan diolah oleh pribadi kita masing-masing. itulah kenapa sering disebut hidup itu pilihan, ya itu tadi, harus memilih yang baik atau yang buruk. keduanya ibarat kutub yang saling tarik-menarik, pengaruhnya dirasakan mampu membawa manusia menjongkok di liang kenegatifan atau mencapai keselarasan dengan menggamit hal positif.

positif dan negatif disini tidaklah mutlak, ia saling berbagi dan melengkapi, cuma yang manakah pembagiannya lebih besar? itu yang menjadi pertanyaan. Manusia sering terjebak dengan “ketidaksempurnaan” dirinya untuk memberi toleansi dan kompensasi berlebihan akan kesalahan atau hal negatif yang dimilikinya, selebihnya menganggap remeh dengan segenap aturan nilai, tatanan, kaidah, pranata sosial, dan berbagai macam hukum tertulis dan tidak, termasuk yang tertinggi yaitu hukum Tuhan.

kesalahan memang harus dimaknai sebagai kesalahan yang memang murni harus dirasakan benar-benar kesalahan terhadap diri, agar sebuah rasa muncul, yakni “penyesalan”. penyesalan akan kesalahan memang harus secara hakiki di dapat ketika seseorang memang “terlanjur” atau sudah terjebak dengan kesalahan. perasaan ini semakin mendorongnya untuk sadar akan kesalahannya secara mendalam. Bukan sekedar mengatakan “Aku sadar aku salah” harus ada konsekwensi logis dari kesadaran itu, dan itulah perlunya penyesalan agar ianya dapat bulat menjadi kesadaran yang penuh.

namun, penyesalan menjadi lucu jika hanya akan membuat pelarutan yang lama tanpa “kesadaran yang memperbaiki”. ya, itulah inti dari kesadaran, harus bersikap memperbaiki apa yang telah salah. jika hanya sekedar kesadaran, apalah artinya, itu ibarat seremonial ketika petang dan senja datang, lalu seketika menghilang. kesadaran harus menjadi waktu, harus menjadi sinar yang terang sehingga seluruh muka rupanya terlihat dan sedikit demi sedikit mengambil kotoran yang menempel di tubuhnya itu.

kenapa saya menulis judul catatan ini “Jangan Biarkan Penyesalan Merenggutmu” adalah bermaksud hampir mirip dengan yang di atas, namun secara lebih jelas, penyesalan yang ada butuh tindak lanjuk yang membalikkan kesalahan menjadi perbaikan (seperti di atas). penyesalan yang merenggut adalah penyasalan yang malah berkonotasi negatif, penyesalan yang membuat diri jatuh pada titik “nol” hingga merasa “tak pantas”.

nah, perasaan “tak pantas” baik itu dalam kata
“tak pantas hidup lagi”
“tak pantas dihatimu lagi”
“tak pantas menjadi hambamu lagi”
“tak pantas memilikimu lagi”
adalah sedikit contoh penyesalan yang menimbulkan perasaan “tak pantas…” yang paling berbahaya adalah yang paling atas, membuat frustasi yang hebat yang pada akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. ironis bukan. namun, begitulah hidup, semua saling berpapasan dengan lawan dari yang ada, saling tubrukan nilai, dan saling melengkapi.

konsep penyesalan harus ditegaskan lagi menjadi “langkah bangkit” bukan “jatuh ke titik nol”. menjadikannya langkah bangkit akan menimbulkan efek kekuatan yang bahkan tak disangka dari tubuh dan mentalnya, bahkan olehnya sendiri. betapa banyak orang yang melakukan percepatan dan perubahan hebat setelah mengalami kesalahan, lalu menyesal dan melakukan perbaikan. ejekan dianggapnya pemantik yang semakin mengobarkan energi tersembunyi dalam dirinya.

indah bukan sahabat, bila kita semaksimal mungkin mengarahkan pilihan pada yang jerni “positif” walau tak menampik kita pasti mencatat sejarah titik “negatif”. ianya perlu perlawanan, dan kau harus semakin menjorok ke kanan…

dan siapa yang ketika sedang mengalami penyesalan ketika membaca tulisan saya ini, segera tangkap nilainya, dan cari pemantik energi dalam tubuhmu. lihatlah apa yang akan kau peroleh dari penyesalan itu… amazing

salam Kampung Karya
Qur’anul Hidayat
30 Juni 2010


June 3rd, 2010 - 17:52 § in Uncategorized

Raker X Hayamwuruk

Salatiga, 8-9 Mei 2010. Dingin yang merasuk dalam tulang tiap peserta raker X hayamwuruk tak menyurutkan api semangat dalam agenda terakhir hayamwuruk periode 2009/2010. Acara yang berlangsung selama 2 hari 1 malam di Wisma Wijaya Kusuma Kopeng, Salatiga berlangsung hikmat dan tertib dihadiri ole[...]


June 3rd, 2010 - 16:49 § in Uncategorized

Batik Semarang Sebagai Salah Satu Warisan Budaya Bangsa

Jawa Tengah adalah pusatnya batik. Itu adalah kesan yang ditangkap pertama kali oleh kebanyakan orang. Hal itu bukan omong kosong belaka. Mulai dari Tegal, Pekalongan sampai Lasem di pantura (pantai utara Jawa) serta Solo, Yogyakarta hingga Kebumen di sebelah selatan merupakan daerah penghasil ba[...]


June 3rd, 2010 - 16:44 § in Uncategorized

Hectic Batik!

Batik “naik kelas”! Masyarakat sekarang tidak enggan lagi memakainya. Tidak hanya di kalangan orang tua saja, mahasiswa juga menyemarakkan kampus dengan memakai batik. Acara-acara seperti seminar maupun pentas seni di kampus sekarang mewajibkan panitianya untuk memakai batik. Bahkan beberapa[...]


May 15th, 2010 - 13:54 § in Uncategorized

PEMIRA FIB UNDIP 2009/2010, ajang mencari pemimpin baru

Kamis siang  tanggal 17 Desember 2009, suasana  Joglo Fakultas Ilmu Budaya (FIB) terlihat hiruk-pikuk. Dua buah bilik suara dan dua buah kotak suara telah tertata rapi di sisi barat dan utara Joglo. Beberapa mahasiswa berjas almamater juga tampak sibuk menata kursi. Hari itu adalah hari pencontren[...]


April 14th, 2010 - 21:05 § in Uncategorized

Scripta Manent Verba Volant (Yang tertulis akan tetap tinggal, yang diucapkan lenyap bersama angin)

Salam Pers!!! Setelah lama melalui berbagai halangan  akhirnya web kami aktif kembali. Menjelang pergantian pengurus redaksi berusaha agar web ini agar selalu terisi baik news maupun artikel-artikel. Insyaallah. Redaksi menerima tulisan, kritik ataupun saran dalam bentuk apapun. Silahkan kirim ke a[...]


April 13th, 2010 - 20:06 § in Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! [...]